Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Ketua PSPD FKIK UIN Alauddin Makassar Jadi Narasumber Gerakan Perempuan Mengaji PWA Sulawesi Selatan

Ketua PSPD FKIK UIN Alauddin Makassar Jadi Narasumber Gerakan Perempuan Mengaji PWA Sulawesi Selatan

Ketua Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar, Dr. Nurhira Abdul Kadir, MPH., Ph.D., menjadi narasumber pada kegiatan Gerakan Perempuan Mengaji yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Sulawesi Selatan, Ahad (19/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 06.00 WITA tersebut dihadiri lebih dari seratus peserta yang terdiri atas pimpinan dan kader Aisyiyah dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, pengelola Amal Usaha Muhammadiyah dan Aisyiyah, serta unsur majelis dan lembaga di lingkungan PWA Sulawesi Selatan.

Turut hadir Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sulawesi Selatan periode 2022–2027, Dr. Mahmudah, M.Hum., beserta jajaran pimpinan harian PWA Sulawesi Selatan. Hadir pula Koordinator Majelis Kesehatan PWA Sulawesi Selatan, Dr. Hj. Nurhayati Azis, S.E., M.Si., para ketua dan sekretaris majelis serta lembaga PWA Sulawesi Selatan, pimpinan daerah dan cabang Aisyiyah se-Sulawesi Selatan, serta para pengelola Amal Usaha Muhammadiyah dan Aisyiyah.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Nurhira membawakan materi bertajuk “Perempuan Berkemajuan: Merawat dan Mengembangkan Amal Usaha Kesehatan Aisyiyah.” Kegiatan dimoderatori oleh Rifqah Makmur, SKM., M.Kes.

Dalam pemaparannya, Dr. Nurhira menekankan bahwa amal usaha kesehatan tidak hanya berfungsi sebagai institusi pelayanan kesehatan, tetapi juga merupakan instrumen dakwah dan pemberdayaan masyarakat yang memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas hidup umat.

Menurutnya, keberhasilan pengelolaan rumah sakit, klinik, maupun layanan kesehatan lainnya tidak hanya ditentukan oleh tenaga kesehatan dan pengelola, tetapi juga oleh dukungan seluruh kader dan masyarakat yang memiliki rasa kepemilikan terhadap amal usaha tersebut.

“Amal Usaha Kesehatan Aisyiyah merupakan warisan perjuangan yang harus dirawat dan dikembangkan bersama. Di dalamnya terdapat nilai-nilai pengabdian, pelayanan, dan dakwah yang relevan dengan tantangan kesehatan masyarakat saat ini,” ungkapnya.

Sebagai akademisi di bidang kesehatan, Dr. Nurhira juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak, khususnya pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK). Menurutnya, investasi pada kesehatan ibu dan anak merupakan langkah strategis dalam menyiapkan generasi yang sehat, produktif, dan berkualitas di masa depan.

Selain membahas tantangan pengelolaan amal usaha kesehatan di era modern, seperti transformasi digital, peningkatan mutu layanan, dan penguatan sumber daya manusia, peserta juga diajak merefleksikan peran perempuan dalam mendukung pembangunan kesehatan berbasis keluarga dan komunitas.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta. Melalui forum ini, kontribusi akademisi PSPD FKIK UIN Alauddin Makassar dalam kegiatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat kembali menunjukkan pentingnya sinergi antara institusi pendidikan tinggi, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat dalam mewujudkan derajat kesehatan yang lebih baik.

Partisipasi Ketua PSPD FKIK UIN Alauddin Makassar sebagai narasumber pada kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat dan diseminasi pengetahuan kesehatan kepada berbagai lapisan masyarakat***.