
dr. Ulfah Rimayanti, Ph.D, Sp.M menjadi salah satu peserta perwakilan Indonesia yang saat ini sedang mengikuti The 11th International Workshop on Cataract Prevention and Treatment yang diselenggarakan oleh Aier Eye Hospital Group Co., Ltd. dengan dukungan Department of International Cooperation, Ministry of Science and Technology, People's Republic of China. Workshop internasional ini diikuti oleh 20 peserta dari berbagai negara, yaitu Algeria, Pakistan, Botswana, Maroko, Mongolia, Meksiko, Indonesia, dan Zambia. Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi pada tanggal 27–28 Juni 2026 dan dilanjutkan dengan Opening Ceremony pada 29 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi dokter spesialis mata melalui pembelajaran teori, diskusi ilmiah, praktik keterampilan, serta pertukaran pengalaman mengenai pencegahan dan penatalaksanaan katarak.
Hingga 30 Juni 2026, para peserta telah mengikuti berbagai sesi ilmiah yang meliputi Biological Measurement, Development and Application of Refractive Intraocular Lens (IOL), Patient Selection and Perioperative Management, serta kegiatan Dry-lab/Wet-lab yang bertujuan meningkatkan pemahaman konseptual dan keterampilan dasar dalam operasi katarak menggunakan teknik phacoemulsification. Seluruh materi disampaikan oleh para ahli melalui kuliah interaktif, demonstrasi, diskusi, dan praktik laboratorium sehingga peserta memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai prinsip-prinsip operasi katarak modern.

Workshop masih akan berlanjut dengan berbagai materi lanjutan, antara lain Pre-operative Preparation, Application of Ophthalmic Viscoelastic Device (OVD), serta sesi praktik Dry-lab/Wet-lab. Pada hari-hari berikutnya peserta dijadwalkan mengikuti pembelajaran mengenai teknik phacoemulsification, penanganan komplikasi operasi katarak, penggunaan teknologi terkini seperti Artificial Intelligence (AI) dalam oftalmologi, kunjungan ke Aier Eye Hospital Headquarters dan Changsha Aier Eye Hospital, hingga kegiatan National Presentation dan Closing Ceremony pada akhir rangkaian workshop.
Selain memperkuat kemampuan klinis, kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi internasional serta pertukaran pengalaman antarprofesional kesehatan mata dari berbagai negara. Ilmu serta pengalaman yang diperoleh selama mengikuti kegiatan ini diharapkan dapat diimplementasikan dalam pelayanan kesehatan mata, serta proses pendidikan kedokteran, sehingga memberikan kontribusi terhadap peningkatan mutu pelayanan kesehatan mata di Indonesia.

