Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Menanam Harapan, Menumbuhkan Kepemimpinan: Aksi Penanaman dalam Basic Islamic Leadership II 2026

Menanam Harapan, Menumbuhkan Kepemimpinan: Aksi Penanaman dalam Basic Islamic Leadership II 2026

Kepemimpinan tidak hanya tercermin dalam kemampuan mengarahkan orang lain, tetapi juga dalam kesediaan untuk menjaga amanah yang lebih besar, termasuk merawat lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab kepada Allah SWT dan sesama makhluk hidup. Semangat inilah yang diwujudkan oleh peserta Basic Islamic Leadership (BIL) II Tahun 2026 melalui aksi penanaman pohon yang menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Basic Islamic Leadership II Tahun 2026 merupakan program pembinaan yang diselenggarakan untuk membentuk karakter kepemimpinan Islami, meningkatkan kepedulian sosial, serta menanamkan nilai-nilai tanggung jawab kepada mahasiswa. Kegiatan ini berlangsung pada 6, 7, dan 13 Juni 2026, dengan aksi penanaman pohon dilaksanakan pada Minggu, 7 Juni 2026 sebagai bentuk nyata implementasi nilai-nilai yang dipelajari selama proses kaderisasi.

Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, penanaman pohon menjadi simbol kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Pohon yang ditanam hari ini mungkin belum memberikan manfaat secara langsung bagi penanamnya, tetapi akan menghadirkan manfaat bagi banyak pihak pada masa mendatang. Dalam konteks tersebut, kepemimpinan dipahami sebagai kemampuan untuk mengambil tindakan yang berdampak positif dan berkelanjutan bagi generasi berikutnya.

Seluruh peserta BIL II 2026 terlibat aktif dalam proses penanaman bibit di lokasi yang telah ditentukan. Dengan semangat kebersamaan, mereka melakukan berbagai tahapan kegiatan, mulai dari persiapan lahan, penanaman bibit, hingga penyiraman sebagai langkah awal dalam merawat kehidupan yang baru tumbuh. Setiap bibit yang ditanam menjadi pengingat bahwa perubahan besar sering kali berawal dari tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Dalam perspektif Islam, menjaga lingkungan merupakan bagian dari pengamalan nilai keimanan. Rasulullah ﷺ bersabda:

"Tidaklah seorang Muslim menanam suatu tanaman atau menabur benih, lalu hasilnya dimakan oleh burung, manusia, atau hewan, melainkan hal itu menjadi sedekah baginya."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa menanam pohon bukan sekadar aktivitas ekologis, melainkan juga amal kebajikan yang bernilai ibadah. Manfaat yang terus diberikan oleh tanaman kepada makhluk hidup menjadi bentuk amal jariyah, yang pahalanya tetap mengalir selama kebermanfaatan itu berlangsung.

Nilai tersebut juga sejalan dengan firman Allah SWT:

"Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah (Allah) memperbaikinya."
(QS. Al-A'raf: 56)

Ayat ini mengingatkan manusia untuk menjaga keseimbangan alam dan menghindari berbagai tindakan yang dapat merusak lingkungan. Oleh karena itu, upaya pelestarian lingkungan, termasuk melalui penanaman pohon, merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sebagai khalifah di muka bumi.

Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman praktis dalam menjaga lingkungan, tetapi juga belajar bahwa kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai Islam menuntut adanya kepedulian terhadap keberlangsungan kehidupan. Menanam pohon menjadi bentuk kontribusi sederhana yang dapat memberikan manfaat jangka panjang, seperti meningkatkan kualitas udara, membantu menjaga keseimbangan ekosistem, mengurangi dampak perubahan iklim, serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman bagi masyarakat.

Di sisi lain, kegiatan penghijauan ini turut memperkuat nilai-nilai kerja sama, tanggung jawab, dan kepemimpinan kolektif di antara peserta. Setiap individu mengambil peran dalam mencapai tujuan bersama, menunjukkan bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang memimpin dari depan, tetapi juga tentang kesediaan untuk bekerja bersama demi kebaikan yang lebih luas.

Aksi penanaman pohon yang dilaksanakan  menjadi salah satu momentum penting dalam rangkaian Basic Islamic Leadership II Tahun 2026. Lebih dari sekadar agenda kegiatan, aksi ini merepresentasikan komitmen untuk menumbuhkan kepedulian, menanamkan nilai kebermanfaatan, serta membangun kesadaran bahwa setiap tindakan kecil yang dilakukan hari ini dapat menjadi warisan berharga bagi masa depan.

Sebagaimana pohon memerlukan waktu untuk tumbuh dan berbuah, proses pembentukan seorang pemimpin juga membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan konsistensi dalam menebarkan manfaat. Melalui semangat yang ditanamkan dalam kegiatan ini, diharapkan para peserta mampu menjadi pribadi yang tidak hanya unggul dalam kapasitas intelektual dan organisasi, tetapi juga hadir sebagai pemimpin yang peduli terhadap sesama dan lingkungan, serta senantiasa mengamalkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil 'alamin dalam kehidupan sehari-hari.


"Seseorang mungkin tidak akan pernah menikmati teduhnya pohon yang ia tanam hari ini. Namun, kepemimpinan sejati justru terletak pada kesediaan untuk berbuat baik bagi mereka yang akan datang setelahnya."