Himpunan Mahasiswa Jurusan Kedokteran (HMJK) Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar resmi memulai kegiatan Basic Islamic Leadership (BIL) II di Aula PSPD Kampus 1 UIN Alauddin Makassar. Kegiatan kaderisasi ini mengusung tema “Beradab dalam Daya, Teguh dalam Integritas” sebagai upaya membentuk mahasiswa yang memiliki kapasitas kepemimpinan sekaligus karakter yang kuat.
Acara pembukaan dihadiri oleh pimpinan program studi, ketua Senat Mahasiswa FKIK Muhammad Afdal, Ketua Dewan Mahasiswa FKIK Musfidah, pengurus HMJK, panitia, dan peserta BIL II yang berasal dari mahasiswa angkatan 2025 Program Studi Pendidikan Dokter. Secara khusus, hadir offline adalah dosen pendamping BIL 2, Dr.dr.Arlina Wiyata Gama, M.Biomed.
Ketua Panitia, Ahmad Zaki, dalam laporannya menyampaikan bahwa BIL II merupakan salah satu program strategis HMJK untuk mempersiapkan kader-kader mahasiswa yang mampu menjadi pemimpin yang berintegritas, berwawasan, dan memiliki komitmen terhadap nilai-nilai keislaman. Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh semangat dan menjadikan forum ini sebagai ruang belajar serta pengembangan diri.
Sementara itu, Ketua HMJK PSPD FKIK UIN Alauddin Makassar, Ara Azzahra Ramadhani, menegaskan bahwa BIL II merupakan bagian dari proses kaderisasi yang tidak hanya berorientasi pada pembentukan kemampuan organisasi, tetapi juga penguatan karakter dan tanggung jawab sosial mahasiswa kedokteran.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama FKIK UIN Alauddin Makassar, Dr. Patimah, S.Kep., M.Kep. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya organisasi mahasiswa menjaga otonomi dan independensinya sebagai ruang belajar kepemimpinan bagi mahasiswa.
Menurutnya, organisasi mahasiswa memiliki peran penting dalam membentuk kemampuan berpikir kritis, pengambilan keputusan, serta tanggung jawab terhadap amanah yang diberikan. Oleh karena itu, organisasi perlu terus menjaga identitas, kemandirian, dan semangat pengabdiannya, tanpa kehilangan arah sebagai bagian dari sivitas akademika.
"Organisasi mahasiswa perlu menjaga otonominya. Di sanalah mahasiswa belajar memimpin, mengelola program, dan bertanggung jawab atas keputusan yang diambil. Otonomi organisasi adalah ruang belajar yang sangat berharga untuk membentuk calon-calon pemimpin masa depan," ujarnya.
Melalui kegiatan Basic Islamic Leadership II, HMJK PSPD FKIK UIN Alauddin Makassar berharap dapat melahirkan kader-kader mahasiswa yang tidak hanya aktif berorganisasi, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai Islam, berintegritas, dan siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan umat***.