Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Basic Islamic Leadership 1 Tahun 2026: Anti Kekerasan

Basic Islamic Leadership 1 Tahun 2026: Anti Kekerasan

Makassar – Kegiatan Basic Islamic Leadership (BIL) 1 Tahun 2026 resmi dilaksanakan pada

Sabtu, 7 Maret 2026 di Kampus 1 UIN Alauddin Makassar. Kegiatan ini merupakan bagian dari

program pengkaderan yang bertujuan membekali mahasiswa kedokteran dengan dasar-dasar

kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai Islam, serta membentuk karakter mahasiswa yang

berintegritas, beretika, dan mampu berperan aktif dalam kehidupan akademik maupun organisasi.

Pada hari pertama pelaksanaan, peserta mendapatkan tiga materi yang membahas berbagai hal

penting yang sering ditemui dalam dinamika kehidupan kampus dan organisasi mahasiswa.

Materi pertama disampaikan oleh Rasmawati., S.Kep., Ns., M.Kep. dengan judul “Penerapan

Anti Kekerasan dalam Lingkup FKIK.” Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa kekerasan di

lingkungan perguruan tinggi masih menjadi isu yang perlu mendapat perhatian bersama.

Kekerasan tidak selalu berbentuk fisik, tetapi juga dapat terjadi dalam bentuk verbal maupun

psikologis. Oleh karena itu, mahasiswa memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan

akademik yang aman dan nyaman dengan membangun budaya saling menghormati, menghargai

perbedaan, serta menjunjung tinggi etika akademik.

Pada kesempatan tersebut juga dijelaskan mengenai Satuan Tugas Pencegahan dan

Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) yang memiliki peran dalam

melakukan pencegahan dan penanganan kasus kekerasan di lingkungan kampus. Satgas ini

bertugas melakukan edukasi dan sosialisasi terkait pencegahan kekerasan, menerima serta

menindaklanjuti laporan dari korban maupun saksi, serta memberikan pendampingan bagi pihak

yang membutuhkan. Kehadiran satgas ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan kampus

yang lebih aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Materi kedua dibawakan oleh Agung Eka Febriansyah, S.Ked. dengan judul “How To Make a

Project and How to Be a Good Event Organizer.” Dalam sesi ini dijelaskan bahwa tahap

pre-event merupakan bagian penting dalam merancang sebuah kegiatan atau proyek organisasi.

Tahap ini mencakup penyusunan proposal acara, pembentukan panitia, penjadwalan teknis

kegiatan, serta koordinasi yang baik antar anggota tim. Persiapan yang matang pada tahap awal

menjadi fondasi utama bagi keberhasilan sebuah kegiatan, sehingga pelaksanaan acara

selanjutnya dapat berjalan dengan lebih terarah, terorganisir, dan mencapai tujuan yang telah

direncanakan.


Materi ketiga disampaikan oleh Rezki Suci Amalia Putri, S.Ked. dengan judul

“Pengembangan Intrapersonal melalui Komunikasi Efektif, Etika Akademik, dan

Manajemen Konflik.” Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa kemampuan komunikasi yang

baik merupakan keterampilan penting bagi mahasiswa kedokteran. Hal ini juga berkaitan dengan

Trias Kedokteran, yang menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu pengetahuan, etika

profesional, serta kemampuan menjalin hubungan yang baik dengan sesama. Komunikasi efektif,

etika akademik, dan kemampuan mengelola konflik menjadi bagian penting dalam membangun

sikap profesional sejak masa pendidikan. Banyak permasalahan yang sebenarnya bukan muncul

karena adanya perbedaan pendapat, melainkan karena cara berkomunikasi yang kurang tepat

serta kurangnya kemampuan dalam mengelola konflik. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan

mampu menyampaikan pendapat dengan baik, menjunjung tinggi etika akademik, serta

menyelesaikan konflik secara bijak agar tercipta lingkungan akademik dan organisasi yang

harmonis.

Melalui rangkaian materi pada hari pertama Basic Islamic Leadership 1 Tahun 2026,

diharapkan para peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai

kepemimpinan, komunikasi, serta pentingnya menjaga lingkungan akademik yang sehat dan

saling menghargai. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membentuk

mahasiswa kedokteran yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter

kepemimpinan Islami yang kuat, bertanggung jawab, dan berintegritas.

(Laporan Arsy Aulia Azzahra dan Aisyah Nafhah Ariqoh, Divisi Pubdok BIL 2026)