Program Studi Pendidikan Dokter menyelenggarakan Workshop Revisi Modul Problem Based Learning (PBL) dan Clinical Skills Learning (CSL) pada Jumat, 27 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, dengan 22 dosen mengikuti secara daring melalui Zoom dan peserta lainnya hadir langsung di Kampus 1 UIN Alauddin Makassar.
Workshop dibuka oleh Ketua Program Studi Pendidikan Dokter, dr. Nurhira Abdul Kadir, MPH., Ph.D., yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya pembaruan modul sebagai bagian dari peningkatan mutu pembelajaran dan penjaminan kualitas lulusan. Ia menyampaikan bahwa revisi modul PBL dan CSL perlu dilakukan secara berkala agar tetap relevan dengan perkembangan ilmu kedokteran dan kebutuhan kompetensi mahasiswa.
Materi workshop disampaikan oleh Dr. dr. Arlina Wiyata Gama, M. Biomed. yang menguraikan secara komprehensif tentang sistematika penyusunan modul PBL, mulai dari perumusan learning objectives, penyusunan skenario kasus, hingga integrasi capaian pembelajaran. Selain itu, beliau juga menjelaskan mekanisme penilaian mahasiswa dalam kegiatan PBL, termasuk aspek penilaian proses, partisipasi diskusi, serta evaluasi hasil belajar.
Dalam pemaparannya, Dr. Arlina turut membahas berbagai kendala teknis yang kerap terjadi dalam pelaksanaan PBL, seperti tutor yang melakukan penjadwalan ulang (reschedule), tutor yang berhalangan membimbing, serta tantangan koordinasi lainnya. Ia memberikan sejumlah solusi praktis dan strategi manajemen agar proses pembelajaran tetap berjalan optimal tanpa mengurangi kualitas pembimbingan mahasiswa.
Kegiatan ini berlangsung di tengah kesibukan Program Studi Profesi Dokter yang pada saat bersamaan tengah mempersiapkan mahasiswa yang telah menyelesaikan tahap profesi untuk mengikuti Ujian Kompetensi Nasional Program Profesi Dokter (UKNPDPD) pada Sabtu, 28 Februari 2026. Hal ini menunjukkan komitmen program studi dalam menjaga mutu akademik, baik pada tahap akademik maupun profesi.
Melalui workshop ini, diharapkan revisi modul PBL dan CSL dapat menghasilkan perangkat pembelajaran yang lebih sistematis, adaptif, dan mendukung pencapaian kompetensi lulusan secara optimal.